Langsung ke konten
Finvane

Order Stop-Loss dan Take-Profit: Panduan Pemula untuk Keluar Posisi

Cara kerja order stop-loss, stop-limit, take-profit, dan trailing stop, di mana menempatkannya, serta mengapa slippage, gap, dan leverage penting.

Strategi9 Oktober 20264 menit baca
Di halaman ini
  1. Jenis-jenis order utama
  2. Di mana menempatkannya
  3. Contoh hipotetis
  4. Slippage, gap, dan pasar yang sepi
  5. Leverage dan likuidasi

Merencanakan titik keluar sebelum masuk ke sebuah trade adalah salah satu kebiasaan paling berguna dalam trading. Order stop-loss dan take-profit memungkinkan Anda menetapkan titik keluar itu sejak awal, sehingga keputusan yang dibuat dengan tenang tetap dijalankan bahkan saat Anda tidur. Order ini adalah alat, bukan perisai, jadi ada baiknya Anda tahu persis bagaimana masing-masing bekerja.

Jenis-jenis order utama

  • Order stop-market, sering disebut stop-loss saja: Anda memilih harga pemicu yang disebut harga stop. Saat pasar mencapainya, bursa mengirim market order untuk menjual (atau membeli, jika Anda dalam posisi short) di harga terbaik yang tersedia. Order ini hampir selalu terisi, tetapi harga eksekusinya bisa lebih buruk dari harga stop Anda.
  • Order stop-limit: saat harga stop tercapai, sebuah limit order dipasang di harga yang Anda tentukan. Anda mengendalikan harga terburuk yang mau Anda terima, tetapi jika pasar bergerak melewati batas Anda terlalu cepat, order bisa sama sekali tidak terisi dan Anda tetap berada dalam posisi.
  • Order take-profit: order yang menutup posisi Anda begitu harga mencapai target yang menguntungkan, untuk mengamankan keuntungan yang sudah Anda rencanakan. Tergantung platformnya, order ini bisa dieksekusi sebagai market order atau limit order.
  • Trailing stop: stop yang mengikuti harga saat bergerak ke arah yang menguntungkan Anda, dengan tetap berjarak tertentu atau persentase tertentu di belakangnya. Stop ini tidak pernah mundur. Jika harga berbalik sejauh jarak tersebut, order terpicu.

Nama dan cara kerja persisnya berbeda di tiap bursa, jadi bacalah halaman bantuan platform Anda sebelum mengandalkan salah satunya.

Di mana menempatkannya

Stop-loss sebaiknya diletakkan di titik yang membuktikan ide trading Anda salah, bukan di angka bulat sembarang atau di tingkat kerugian yang terasa nyaman. Jika Anda membeli karena harga bertahan di atas zona support, stop yang masuk akal biasanya sedikit di bawah zona itu, agar harga punya ruang untuk fluktuasi normal. Menaruhnya tepat di level yang jelas terlihat itu berisiko, karena banyak trader lain juga menaruh stop mereka di sana, dan pergerakan singkat yang menembus level seperti itu sering terjadi.

Target take-profit sering diletakkan tepat sebelum zona resistance berikutnya, tempat penjual pernah muncul di masa lalu. Setelah tahu letak stop dan target, Anda bisa menghitung ukuran posisi: berapa banyak yang dibeli sehingga, jika stop tersentuh, Anda hanya kehilangan jumlah yang sudah Anda putuskan sanggup Anda tanggung.

Contoh hipotetis

Angka-angka ini karangan untuk ilustrasi. Misalkan Anda punya akun trading $5.000 dan memutuskan mempertaruhkan paling banyak 1% dalam satu trade, yaitu $50. Anda ingin membeli koin di harga $2,00, dan grafik Anda menunjukkan ide itu salah jika harga turun di bawah $1,80. Artinya risikonya $0,20 per koin.

Ukuran posisi Anda adalah $50 ÷ $0,20 = 250 koin, dengan biaya $500. Anda memasang stop-loss di $1,80 dan take-profit di $2,40. Jika stop tersentuh, Anda rugi sekitar 250 × $0,20 = $50. Jika target tercapai, Anda untung sekitar 250 × $0,40 = $100, dua kali lipat dari yang Anda pertaruhkan. Biaya akan sedikit mengurangi kedua hasil tersebut.

Jika Anda memakai trailing stop 10% dan harga naik ke $2,50, stop Anda akan naik ke $2,25, yaitu 10% di bawah $2,50. Penurunan dari sana akan menutup trade di sekitar $2,25, sehingga sebagian keuntungan tetap terjaga.

Slippage, gap, dan pasar yang sepi

Slippage adalah selisih antara harga yang Anda harapkan dan harga yang benar-benar Anda dapatkan. Saat order stop-market terpicu di tengah pergerakan cepat, order itu menjual ke order beli mana pun yang tersisa di order book, dan harganya bisa jauh di bawah stop Anda. Pada contoh di atas, jika harga tiba-tiba jatuh dan order Anda terisi di $1,70, kerugian Anda menjadi 250 × $0,30 = $75, bukan $50.

Kripto diperdagangkan sepanjang waktu, tetapi likuiditasnya tidak sama di setiap jam. Akhir pekan, hari libur, dan sesi malam yang sepi sering kali memiliki lebih sedikit order di order book, sehingga harga lebih mudah melompat. Pergerakan tajam bisa langsung melewati harga stop Anda, yang oleh trader disebut gap. Order stop-limit bisa saja tidak terisi, sementara order stop-market terisi di harga yang lebih buruk. Tidak ada jenis order yang bisa menjanjikan titik keluar yang tepat.

Leverage dan likuidasi

Leverage berarti trading dengan dana pinjaman, yang memperbesar keuntungan sekaligus kerugian. Dengan leverage 10x, pergerakan 10% yang berlawanan dengan Anda setara dengan seluruh margin Anda, yaitu uang yang Anda setorkan. Dalam praktiknya, bursa biasanya menutup posisi Anda sebelum titik itu, yang disebut likuidasi, karena bursa mensyaratkan margin minimum agar posisi tetap terbuka, dan biaya ikut menambah beban.

Stop-loss pada trade dengan leverage harus diletakkan jauh sebelum harga likuidasi, kalau tidak stop itu tidak akan sempat bekerja. Bagi pemula, pilihan paling aman biasanya adalah menghindari leverage sama sekali sampai Anda benar-benar memahami cara bursa Anda menghitung margin dan likuidasi.

Hanya untuk edukasi, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan Anda bisa kehilangan uang.

Dapatkan yang seperti ini setiap pagi

Ringkasan 5 menit di kotak masuk Anda setiap hari kerja. Gratis, bisa berhenti berlangganan kapan saja.

Gratis. Satu email setiap pagi hari kerja. Berhenti berlangganan dengan satu klik.

Atau ikuti kanal Telegram @pakaoqp